Beranda Berita Terkini Rakor TPPS, Stunting di Minahasa Ditargetkan Turun Hingga 14 persen

Rakor TPPS, Stunting di Minahasa Ditargetkan Turun Hingga 14 persen

108
0
Rakor TPPS Kabupaten Minahasa.(ist)

Minahasa, PALAKAT.id – Tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Kabupaten Minahasa yang dipimpin Sekda Lynda Watania menggelar rapat koordinasi (rakor), bertempat di ruang sidang Kantor Bupati Minahasa, Senin (14/8/2023).

Sekda Minahasa Lynda Watania mengatakan, rakor TPPS ini dilaksanakan karena percepatan penurunan stunting adalah prioritas nasional, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan yang signifikan pada tahun 2024, yaitu 14 persen.

“Berdasarkan data SSGI pada tahun 2019 prevalensi stunting di kabupaten minahasa sebesar 15,8%, lalu meningkat ditahun 2021 menjadi 17,5% dan turun di tahun 2022 menjadi 16,5%. hal ini menunjukkan bahwa balita stunting di Minahasa sudah menurun, namun belum berada di bawah angka 14 persen sesuai target nasional pada tahun 2024,” kata Lynda.

Dalam penyelenggaraan percepatan penurunan stunting terdapat 19 indikator pencapaian target antara dan 72 indikator pencapaian target pelaksanaan, dan 5 pilar strategi nasional pada peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, serta 42 indikator kegiatan prioritas pada Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) yang harus dilaksanakan oleh berbagai pihak di seluruh tingkatan daerah untuk mencapai target yang sudah ditetapkan.

“Oleh sebab itu, diperlukan koordinasi di semua kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah desa/kelurahan untuk dapat melakukan pemaduan, sinkronisasi, dan sinergisitas program, dan kegiatan dalam upaya percepatan penurunan stunting secara utuh, menyeluruh dan terpadu,” jelas Lynda.

Untuk itu, upaya penanganan stunting di Kabupaten Minahasa harus menjadi prioritas, karena itu pada kesempatan ini saya menyampaikan 2 (dua) hal pokok yang menjadi perhatian, yaitu:

Pertama, percepatan penurunan stunting di Minahasa memerlukan komitmen yang kuat dari semua pihak. Komitmen ini harus tetap dijaga dan betul-betul dibuktikan pelaksanaannya sampai di tingkat desa/kelurahan.

Kedua, kolaborasi kerja berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan konvergensi antar program/kegiatan hingga ke tingkat desa/kelurahan dalam rangka menurunkan prevalensi stunting.

Upaya ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu perangkat daerah, namun upaya penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua perangkat daerah, termasuk Tim Penggerak PKK, Pemerintah Desa/Kelurahan, Akademisi, Media, Swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan Mitra Pembangunan.

“Saya berharap agar penanggulangan stunting di Minahasa semakin sinergis agar kita bisa menurunkan stunting secara signifikan, dan semoga pada tahun 2024 kita dapat menurunkan prevalensi stunting sesuai target nasional,” pungkas Sekda Lynda Watania.

Turut hadir dalam egiatan tersebut Kepala Bappelitbangda, Kadis Kesehatan, Kadis P2KB, Kadis Pendidikan, Kadis Kominfo, Kadis Perikanan, Kadis Pangan, Kadis PPPA, Kadis LH, Para Hukum Tua serta sejumlah ASN Pemkab Minahasa.(pid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini