Beranda Berita Pilihan IMKEI Merauke Selenggarakan Seminar Budaya dan LKK

IMKEI Merauke Selenggarakan Seminar Budaya dan LKK

335
0

Merauke, PALAKAT.id – Ikatan Mahasiswa Kei di Merauke ( IMKEI MERAUKE) menyelenggarakan Seminar Budaya dan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) bertajuk ‘Mengembangkan Potensi Mahasiswa Kei Dalam Membentuk Jiwa Kepemimpinan Berorganisasi Meningkatkan Sumber Daya Manusia’. Kegiatan ini dilaksanakan bertempat di gedung aula SMA Negeri 1 Merauke, Sabtu (3/7/2021).

LKK juga merupakan program pengkaderan yang mengasah dan menggali setiap potensi kader masa depan IMKEI yang siap bersaing di mana saja.

Willem Levi Betaubun saat memberikan materi dalam Seminar Budaya dan LKK IMKEI Merauke.(foto: Fery)

Willem Levi Beraubun, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan, Seminar Budaya Kei sangat penting untuk dipelajari terutama bagi generasi Kei di era saat ini.

“Banyak potensi yang bisa lahir dan sukses di luar Kepulauan Kei, namun harus belajar mengenai budaya Kei. Karena tatanan hidup orang Kei melalui falsafah Ain ni Ain merupakan fondasi hidup orang Kei di mana saja berada,” jelasnya.

Menurut Willem, tanpa budaya dan bahasa yang sama maka orang Kei bisa saja satu tak mengenal yang lain.

“Oleh karena itu sangat diharapkan generasi sekarang yang aslinya suku Kei harusnya menjiwai budaya kei sehingga pola tatanan hidup tetap utuh dalam hukum Larvul Ngabal,” tambah Willem yang juga Dosen di Universitas Negeri Musamus Merauke ini.

Dalam kegiatan yang sama, hadir pula seorang kader perempuan IMKEI Merauke yang juga merupakan Mahasiswa Universitas Musamus Merauke yaitu Erna Silubun.

Menurut Erna LKK merupakan program kerja Badan Pengurus IMKEI yang dirancang setahun sekali. Dalam pelaksanaanya untuk meningkatkan potensi mahasiswa Kei di tanah Merauke untuk menjadi kader-kader terbaik di masa depan dan siap membangun Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Erna menjelaskan pula bahwa IMKEI adalah wadah yang menampung setiap mahasiwa Kei untuk menjadi tempat belajar dan saling mengenal satu sama lain lewat Falsafah Ain Ni Ain yang artinya satu susah semua susah.

“Dengan kata lain, susah dan senang di tanah rantau sebagai mahasiswa dari Suku Kei harus saling mengenal satu sama lain dan harus bisa menjadi berkat banyak orang bukan hanya untuk daerah kei sendiri tpi untuk siapa saja,” tandasnya.(Fery)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini