Minahasa Utara, PALAKAT.id – Pengurus Nasional (PN) Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) sukses menggelar kegiatan yang bertajuk Sekolah Adat Kesetaraan Gender Pemuda dan Perempuan Adat Penghayat di Minahasa. Acara ini diselenggarakan di desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (15/7/2023).
Diselenggarakannya acara ini bertujuan, supaya terwujudnya kesadaran kesetaraan gender dalam internal organisasi BPAN serta masyarakat adat pada umumnya.
Kemudian juga meningkatkan potensi, kapasitas serta keterlibatan perempuan adat penghayat dalam posisi kepemimpinan di organisasi hingga ke posisi-posisi strategis di wilayah publik.
Dari berbagai materi yang sajikan terkait kepemimpinan dan kesetaraan, Alus Pinontoan salah satu tua-tua kampung dan tokoh adat perempuan di wilayah sub etnis Tonsea, dalam materinya menjelaskan perjalanan spiritualnya dalam menjaga warisan-warisan tua leluhur yang dipercayakan kepadanya.
Dia kemudian menutup pernyataan dengan berujar supaya tetap teguh dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan di tanah Minahasa.
Di akhir acara, para peserta menuju ke situs budaya waruga yang tak jauh dari mata air Tumetenden dan menggelar ritual yang dipimpin langsung oleh Tonaas Rinto Taroreh.
Usainya, Tonaas Taroreh menjelaskan terkait makna yang terkandung dalam proses ritus yang sudah dibuat sebelumnya.
Dimana, ada rerumetaan atau sesajian yang kemudian dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan kepada yang kuasa pencipta langit dan bumi.
Dia kemudian menjelaskan terkait gender di tanah Minahasa sebenarnya berangkat dari sejarah, asal muasal leluhur Minahasa itu adalah perempuan.
“Karema sebagai sosok perempuan tua kemudian Lumimuut yang juga adalah tokoh perempuan dan kemudian Toar sebagai laki-laki muncul,” jelas Rinto.
Diketahui, acara ini bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat (Dit.KMA).(nli)






