Beranda Berita Pilihan BEM FBS Unima Bersama Kostam Gelar Diskusi Bertajuk ‘Tapak Tilas Gerakan 2005’

BEM FBS Unima Bersama Kostam Gelar Diskusi Bertajuk ‘Tapak Tilas Gerakan 2005’

234
0

Tondano, PALAKAT.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar diskusi bertajuk ‘Tapak Tilas Gerakan 2005’, Kamis (1/9/2022), di kafe Jurusan Pendidikan dan Sastra Indonesia.

Kegiatan yang digelar bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Semut Hitam (Kostam) itu bertujuan untuk melakukan refleksi kritis tentang sejarah pergerakan mahasiswa terkait demonstrasi besar-besaran tahun 2005 di FBS UNIMA.

Exito Lontoh, Ketua BEM FBS UNIMA, menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk mengingat mengenang dan mengevaluasi gerakan mahasiswa.

“Kami menyelenggarakan kegiatan ini agar supaya bisa belajar dari sejarah dan langsung berdialog dengan pelaku-pelakunya”, ujar Exi ketika membawakan sambutannya.

Dia juga menambahkan bahwa sejarah pergerakan mahasiswa di FBS sangat dipengaruhi oleh demonstrasi besar-besaran yang dilakukan pada tahun 2005. Yang sampai saat ini terus dikenang oleh generasi mahasiswa di Kampus Ungu itu.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 3 sore dibuka secara resmi oleh Arie Tulus, MPd selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan.

Para pelaku sejarah pergerakan mahasiswa FBS yang memenuhi undangan adalah Frangky Sampow, Martino Rengkuan, dan Iswan Sual.

Mereka berbagi pengamalan tentang gerakan mahasiswa pada waktu itu dengan perspektif mereka masing-masing.

Para mahasiswa yang hadir sangat antusias menanggapi paparan sejarah, pengalaman, dan curahan hati dari para pelaku sejarah itu.

Arie Tulus sangat mengapresiasi sekaligus menegaskan bahwa kegiatan diskusi tersebut bukan upaya konsolidasi untuk melakukan demonstrasi tetapi upaya untuk melakukan penilaian kembali terhadap gerakan mahasiswa.

“Jadi kegiatan ini dilaksanakan bukan untuk mengumpulkan orang dalam rangka melakukan aksi. Tapi upaya untuk mengungkap sejarah dengan melibatkan para pelaku. Supaya mahasiswa hari ini bisa belajar pentingnya mengetahui landasan masalah, bukti-bukti, dan daya nalar, dan integritas. Karena demonstrasi tidak dilarang. Itu diatur oleh undang-undang,” tegas dosen Seni Rupa itu.

Kegiatan ini diwarnai dengan aksi puisi, musikalisasi puisi, dan penampilan berbgai grup musik yang ada di fakultas. Band yang memeriahkan kegiatan ini adalah Sajak Minor, The Cryid, dan Magic Power.(swd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini