
Minahasa, PALAKAT.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar Apel Kerja Bakti Massal, Rabu (7/5/2026) pukul 07.30 WITA di Lapangan Dr. Sam Ratulangi Tondano.
Apel dihadiri Ketua TP-PKK Minahasa Martina Dondokambey-Lengkong, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, dan Sekretaris Daerah Lynda D. Watania. Hadir juga para Asisten, Staf Ahli, Inspektur, Sekwan, Kepala Badan, Dinas dan Satuan, Direktur RSUD dan PDAM, para Kabag, serta ASN Pemkab Minahasa.
Sebelum apel dimulai, Sekda Lynda Watania memberi instruksi tegas soal disiplin. “Yang terlambat barisan sendiri dan difoto. Tolong disiplin,” ujarnya.
Vanda Sarundajang yang membacakan sambutan Bupati Minahasa Robby Dondokambey menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkab Minahasa yang konsisten melaksanakan kerja bakti setiap minggu sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kerja bakti ini juga merupakan bagian dari dukungan kita terhadap program Indonesia Asri di Kabupaten Minahasa,” kata Wabup membacakan sambutan Bupati.
Wakil Bupati menegaskan kerja bakti harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, terarah, dan sesuai denah atau lokasi yang telah ditetapkan kepada OPD masing-masing.
Wakil Bupati memberi penekanan khusus pada penanganan drainase karena curah hujan beberapa hari terakhir cukup tinggi.
“Mulai dari depan rumah kita masing-masing. Supaya ketika hujan lebat airnya bisa mengalir dan tidak meluap ke jalan yang bisa mengakibatkan banjir,” tegasnya.
Seluruh jajaran diminta memastikan saluran air tidak tersumbat. “Drainase yang tersumbat bukan hanya penyebab banjir, tapi juga sumber penyakit dan tempat penumpukan sampah,” lanjutnya.
ASN diminta membersihkan saluran drainase secara menyeluruh, mengangkat sedimen dan sampah yang menghambat aliran air, serta memastikan tidak ada lagi kebiasaan membuang sampah sembarangan ke selokan atau sungai.
Dalam kesempatan itu, Bupati dan Wakil Bupati juga mengajak seluruh jajaran mempererat ketahanan pangan dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga. Ia mencontohkan halaman rumah dinas Ketua TP-PKK yang dimanfaatkan untuk menanam labu siam, tomat, lemon, dan tanaman lain.
“Mari kita manfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan, sayur-sayuran, cabai, tomat, maupun tanaman produktif lainnya. Manfaatkan lahan kosong yang tersedia baik di rumah maupun di lingkungan sekitar,” ajaknya.
Bupati mendorong agar waktu Work From Home atau WFH setiap Jumat dimanfaatkan secara produktif untuk menanam dan mengelola pekarangan. “Seperti slogan Kementerian Pertanian: makan apa yang kita tanam dan tanam apa yang kita makan,” ujarnya.
“Bayangkan jika setiap keluarga di Minahasa memiliki kebun kecil di rumahnya, maka kebutuhan pangan dasar dapat terpenuhi, pengeluaran rumah tangga dapat ditekan, dan bahkan bisa menjadi sumber penghasilan tambahan,” tambahnya.
ASN diminta menjadi pelopor, penggerak, dan teladan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kemandirian pangan.
“Mari kita jadikan kerja bakti ini bukan hanya kegiatan rutin. Kiranya apa yang kita lakukan hari ini menjadi berkat bagi daerah dan masyarakat yang kita layani,” tutup Wabup Vanda membacakan sambutan Bupati.(pid)




