Beranda Berita Terkini Kapolres Minahasa: Personel Siaga 24 Jam Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan Dampak...

Kapolres Minahasa: Personel Siaga 24 Jam Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan Dampak El Nino

23
0
Kapolres Minahasa AKBP Steven Simbar saat diwawancarai.(pid)

Minahasa, PALAKAT.id – Kapolres Minahasa AKBP Steven Simbar menegaskan seluruh personel Polres Minahasa dalam keadaan siaga untuk mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan dampak fenomena El Nino.

Hal itu disampaikannya di sela-sela Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino di Lapangan Sam Ratulangi Tondano, Selasa (4/8/2026).

“Bersama-sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa, seluruh instansi terkait baik BPBD, Damkar, Satpol PP, Dishub, kita bersinergi untuk selalu standby bilamana ada menerima laporan titik-titik hotspot kebakaran hutan ataupun lahan,” ujar Kapolres.

Saat ini, Polres Minahasa juga melakukan backup 1 unit AWC yang berada di Silian untuk mendukung pelaksanaan pemadaman di Gunung Soputan.

“Jadi untuk seluruh personel Polres selalu standby bilamana diperlukan dalam rangka mengantisipasi ataupun pemadaman. Kami akan bersama-sama dengan dinas terkait untuk menuju TKP,” jelasnya.

Kapolres menyebut langkah pertama adalah deteksi awal. Bilamana ada informasi baik di tingkat Polsek maupun kecamatan terkait titik-titik hotspot, segera diinformasikan. Jika butuh kekuatan, Polres akan menggeser personel bersama instansi terkait.

Hal penting kedua, lanjut Kapolres, adalah edukasi kepada masyarakat. Ia melarang keras pembakaran atau pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Untuk cuaca saat ini sangat tidak dimungkinkan karena kondisi cuaca yang panas kemudian angin yang berhembus kencang. Ini akan mudah merambat ke berbagai arah dan tidak terkontrol,” tegasnya.

Melalui Bhabinkamtibmas, Kapolres meminta agar memberikan imbauan ke masyarakat di desa. Berkoordinasi dengan Hukum Tua untuk menyampaikan kepada para petani agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Titik rawan umumnya berada di kawasan padang rumput dan lahan yang sudah mengering. Contohnya kejadian beberapa waktu lalu di Jalan Tompasaru.

“Sampelnya sederhana, kita lihat saja rumput yang ada di lapangan ini. Cuacanya panas, rumputnya sudah menguning mengering. Jika ada yang buang puntung rokok ya kan tersulut,” ujarnya.

Menurutnya, semua daerah yang berpotensi karena ada ilalang kering ataupun rumput-rumput kering harus dimonitor dan dilakukan pengamanan. Seperti kejadian di area kuburan yang diduga dipicu puntung rokok.

Kapolres memastikan posko siaga tetap ada di masing-masing satuan. Di Polres juga ada posko. Masyarakat dapat segera menginformasikan melalui 110.

“Mana yang paling cepat, tim mana yang terdekat agar memitigasi awal. Paling dekat Polsek, atau ada di kecamatan, ataupun dari desa silakan ambil tindakan pertama di tempat. Bilamana butuh kekuatan segera digeser kekuatan masing-masing,” pungkasnya.(pid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini