
Minahasa, PALAKAT.id – Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang meletakkan batu pertama pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Minahasa yang berlokasi di kompleks perkantoran Kelurahan Sasaran, tepatnya di belakang Kantor Bupati Minahasa, Senin (21/9/2026).
Peletakan batu pertama tersebut menandai dimulainya pembangunan pusat layanan terpadu yang digagas Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi.
Dalam sambutannya, Vanda Sarundajang menegaskan peletakan batu pertama hari ini bukan sekadar simbol dimulainya sebuah pembangunan fisik.
Lebih dari itu, momentum ini merupakan tonggak penting dalam upaya pemerintah untuk menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan Mal Pelayanan Publik merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk terus melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang sederhana, tidak berbelit-belit, hemat waktu dan biaya, serta dilaksanakan oleh aparatur yang profesional, berintegritas, dan memiliki semangat melayani,” ujar Wabup Vanda Sarundajang, yang akrab disapa VaSung.
Vanda menjelaskan, MPP nantinya diharapkan menjadi pusat pelayanan terpadu yang mempertemukan berbagai jenis pelayanan pemerintahan maupun pelayanan dari instansi terkait dalam satu tempat, dalam satu atap.
“Dengan demikian masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu, tenaga dan tentu biaya untuk berpindah dari satu kantor ke kantor lainnya dalam mengurus kebutuhan administrasi dan perizinan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Minahasa, lanjut VaSung, terus mendorong transformasi pelayanan publik sejalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat.
Karena itu pembangunan gedung ini hendaknya tidak hanya dipandang sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi sebagai bagian dari transformasi budaya kerja aparatur.
“Gedung yang baik harus diikuti dengan pelayanan yang baik. Fasilitas yang modern harus dibarengi dengan aparatur yang ramah, responsif, disiplin dan bertanggung jawab. Kita ingin membangun sebuah sistem pelayanan yang menempatkan masyarakat sebagai pihak yang harus kita layani sebaik-baiknya,” tegasnya.
Kepada seluruh perangkat daerah dan instansi yang nantinya terlibat dalam penyelenggaraan MPP, Wabup Vanda mengajak untuk membangun sinergi dan kolaborasi.
“Tinggalkan pola kerja sektoral. Bangun koordinasi, integrasi dan komunikasi yang kuat agar seluruh pelayanan dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
VaSung juga berpesan agar pembangunan MPP dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, transparansi, akuntabilitas dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
“Setiap proses pembangunan harus dapat dipertanggungjawabkan karena fasilitas ini dibangun menggunakan sumber daya yang diperuntukan bagi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Wabup Vanda berharap pembangunan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, stakeholder, dan elemen masyarakat untuk mengawal bersama proses pembangunannya hingga selesai.
“Mari kita jadikan pembangunan Mal Pelayanan Publik ini sebagai bagian dari perjalanan menuju Minahasa sebagai daerah yang maju dan sejahtera. Pelayanan publik yang berkualitas akan memperkuat kepercayaan masyarakat, mendukung iklim investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan pemerintahan yang semakin dekat dengan rakyat,” tutupnya.
“Mal Pelayanan Publik yang sudah kita tunggu-tunggu ini menjadi harapan kita bersama. Sekali lagi saya sampaikan, kalau satu daerah memiliki Mal Pelayanan Publik, daerah tersebut naik kelas,” pungkas VaSung.(pid)






