Beranda Berita Terkini Gubernur Yulius Selvanus Larang Keras Kasus Kekerasan di Sekolah Ditutup-tutupi

Gubernur Yulius Selvanus Larang Keras Kasus Kekerasan di Sekolah Ditutup-tutupi

14
0
Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, Gubernur Sulut.

Sulut, PALAKAT.id – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menegaskan komitmen tanpa kompromi terhadap praktik perundungan di lingkungan sekolah.

Ia melarang keras kepala sekolah menutup-nutupi kasus kekerasan hanya demi menjaga nama baik institusi secara semu. Masalah harus diselesaikan secara transparan, adil, dan berpihak pada korban.

Penegasan itu disampaikan Gubernur dalam arahannya kepada seluruh Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Utara, Senin (20/7/2026).

Selain menyoroti isu kekerasan, Gubernur menuntut kepala sekolah memiliki mental petarung dan bekerja dalam sistem satu komando demi mewujudkan generasi emas 2045.

Terkait upaya pencegahan kekerasan, Gubernur menginstruksikan aktivasi penuh Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap satuan pendidikan.

Langkah ini menjadi garda terdepan untuk memastikan terciptanya lingkungan sekolah yang aman, humanis, dan ramah anak.

“Kepala sekolah adalah motor penggerak mutu pendidikan, bukan sekadar petugas administrasi di balik meja. Harus ada profesionalitas tinggi, terutama dalam tata kelola anggaran sekolah agar transparan dan akuntabel,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti target zero drop-out atau nihil angka putus sekolah di Sulawesi Utara.

Ia mewajibkan kepala sekolah peka terhadap lingkungan sekitar untuk memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Terkait program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyatakan komitmennya untuk mengawal implementasinya.

Kepala sekolah diinstruksikan memfasilitasi kelancaran program secara total, mulai dari koordinasi dengan penyedia hingga memastikan distribusi yang tertib dan higienis.

Program ini diharapkan tidak hanya menyasar kesehatan fisik untuk menekan angka stunting, tetapi juga menjadi instrumen untuk membangun karakter siswa, termasuk kedisiplinan dan pola hidup sehat.

Menghadapi tantangan arus digitalisasi yang masif, sekolah ditegaskan harus menjadi benteng pertahanan karakter siswa.

Gubernur meminta pihak sekolah melakukan langkah preventif terhadap ancaman judi online, pinjaman online ilegal, narkoba, serta dampak negatif gawai.

“Optimalkan peran guru bimbingan konseling dan hidupkan kembali kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan Torang Samua Basudara sebagai fondasi karakter,” tegasnya.

Pada aspek teknis, Gubernur menekankan dua poin khusus: bagi kepala SMK, diwajibkan memperkuat kemitraan strategis atau link and match dengan dunia usaha dan industri guna memastikan lulusan terserap pasar kerja.

Sementara bagi kepala SLB, diwajibkan meningkatkan fasilitas ramah disabilitas demi menjamin inklusivitas pendidikan.

Sebagai penutup, Gubernur mengingatkan seluruh kepala sekolah untuk bekerja dengan sistem satu komando yang loyal dan tegak lurus terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi.

“Kepala sekolah harus punya mental petarung, pantang menyerah menghadapi keterbatasan, kreatif melahirkan inovasi, dan tidak mudah mengeluh,” ia menambahkan.(pid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini