Beranda Berita Pilihan GMIM Bumotonsa Gelar Lomba Taman Paskah, Pdt Cintia Sondakh Sebut Dalam Iman...

GMIM Bumotonsa Gelar Lomba Taman Paskah, Pdt Cintia Sondakh Sebut Dalam Iman Ada Cobaan

477
0

Minsel, PALAKAT.id – Memaknai hari Paskah bagi umat Kristiani yang menyimbolkan tentang kematian bahkan kebangkitan Yesus Kristus, GMIM Bukit Moria Tondei Satu (Bumotonsa) menggelar lomba taman paskah di masih-masing kolom. Perhelatan ini diselenggarakan di Tondei, Minahasa Selatan, Senin (18/04/2022).

Jalannya kegiatan ini dimulai sekira jam 2 sore, dan mengawali acara di tiap-tiap kolom melaksanakan ibadah singkat. Diketahui, acara yang diprakarsai oleh Panitia Hari Raya Gerejawi Bumontonsa ini mengundang antusias dari jemaat dengan wujud kreativitas yang muncul dari hasil pembuatan taman paskah yang sarat dengan makna kasih Kristus.

Pdt Cintia Sondakh yang bertindak sebagai salah satu juri dalam kegiatan ini menyebutkann, tujuan diselenggarakan kegiatan ini selain memaknai kematian bahkan kebangkitanNya, dan mempererat kebersamaan antar jemaat dan masyarakat.

“Ini menjadi pemberitaan bahwa Yesus telah bangkit, dan juga mempererat hubungan antar jemaat serta menumbuh kembangkan kreativitas,” jelas Pdt Sondakh.

Dia menambahkan, selama dua tahun terakhir ini masyarakat bahkan jemaat terbeban dengan hadirnya virus corona sehingga tahun ini sudah ada kelonggaran dalam beraktivitas.

“Ini menjadi semangat buat kita bahwa dua tahun terakhir kita mengalami hambatan dalam aktivitas dikarenakan virus korona dan ini membangkitkan kembali semanga. Tahun ini torang boleh melaksanakan kegiatan seperti ini tentu menjadi sukacita berbeda dalam menghayati paskah tahun ini,” tambahnya.

Terakhir dia menambahkan bahwa penghayatan paskah kali ini adalah upaya jangan terpuruk dengan tantangan dan cobaan serta jangan takut untuk melaluinya karena ada sukacita dibalik pergumulan.

“Paskah berarti kemenangan. Kalau saja Yesus telah bangkit memberi kemenangan, masa torang masih mo terpuruk dengan pergumulan dan tantangan. Itu menjadi torang pe patokan untuk kita melangkah maju dalam keberimanan. Jadi dalam iman ada tantangan dan cobaan tapi memandang dari peristiwa kebangkitan, tentu kita akan dimenangkan,” tutup pendeta yang berasal dari Langowan ini.(yanli)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini