
Minahasa, PALAKAT.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa terus mematangkan persiapan menjelang pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Sam Ratulangi Tondano yang baru. Rumah sakit tersebut dijadwalkan mulai melayani masyarakat pada 18 Agustus 2026.
Persiapan dibahas dalam Rapat Teknis Perpindahan RSUD Tondano yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati Minahasa, Kamis (13/8/2026). Rapat dipimpin langsung Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang dan dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait.
Turut hadir Asisten I Setdakab Minahasa, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Satpol PP, Direktur RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano, serta Kepala Bagian Umum.
Rapat ini menjadi bagian penting untuk memastikan proses perpindahan dari fasilitas rumah sakit sebelumnya ke gedung baru dapat berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Selain kesiapan fasilitas kesehatan, Pemkab Minahasa juga fokus pada aspek transportasi. Keberadaan rumah sakit baru diprediksi meningkatkan mobilitas pasien dan keluarga pasien menuju kawasan RSUD.
Dalam rapat tersebut dibahas rencana penetapan tarif dan trayek angkutan penumpang umum Kulo–RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano. Kebijakan ini disiapkan agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah dan terjangkau ke rumah sakit baru.
Rute yang dirancang: Pemukiman Kulo – Perkantoran Sasaran – BPU – Plaza Tondano – Taman God Bless – Benteng Moraya – RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano – UNIMA – Pemukiman Koya, dan kembali melalui Boulevard – Taman God Bless – BPU – Perkantoran Sasaran – Pemukiman Kulo.
Untuk trayek tersebut pemerintah menetapkan tarif Rp4.150.
Kepala Dinas Perhubungan ditugaskan menetapkan kriteria pemberian izin trayek sesuai ketentuan, serta melakukan sosialisasi, pengawasan dan evaluasi secara berkala. Sementara DPMPTSP akan menerbitkan izin trayek setelah mendapat pertimbangan teknis dari Dinas Perhubungan.
Dari sisi pelayanan kesehatan, RSUD yang baru akan mulai beroperasi pada 18 Agustus 2026 dengan sejumlah layanan spesialis dan penunjang.
Layanan yang siap dibuka meliputi Poli Penyakit Dalam, Poli Bedah, Poli Anak, Poli Kebidanan dan Kandungan, Poli Jantung, Poli Mata, Poli Jiwa, Poli Saraf, Poli HIV dan TB, Poli Kulit dan Kelamin, serta Poli Rehabilitasi Medik dan Fisioterapi.
Wabup Vanda Sarundajang berharap proses perpindahan dan pengoperasian RSUD baru berjalan lancar. Kehadiran fasilitas kesehatan baru ini diharapkan meningkatkan kualitas, jangkauan dan kenyamanan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Minahasa.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah dalam mendukung operasional RSUD, mulai dari aspek kesehatan, transportasi, ketertiban, fasilitas umum hingga komunikasi publik.(pid)






