
Minahasa, PALAKAT.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa kembali memperkuat semangat kebersamaan, pelayanan, dan integritas aparatur melalui pelaksanaan Ibadah Oikumene Pemkab Minahasa yang digelar di Gedung Wale Ne Tou Minahasa, Rabu (9/9/2026).
Ibadah yang dilaksanakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tersebut dipimpin oleh khadim Pdt. Roy Decky Tamaweol, dosen Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda Watania, serta Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Martina Dondokambey-Lengkong.
Turut hadir mewakili Dandim 1302 Minahasa Kapten Inf. Djefri Ando, mewakili Kapolres Minahasa Kabagren Polres Minahasa Harly Pakasi, Komandan Pos Angkatan Laut (Posal) Atep Oki Letlaut Imam Subekti, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Inspektur Daerah, Sekretaris DPRD, para Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Satuan, Direktur RSUD, Direktur PDAM, para Kepala Bagian, seluruh Camat se-Kabupaten Minahasa, unsur instansi vertikal, anggota FKUB, BKSAUA, jajaran TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, organisasi perempuan, seluruh ASN dan PPPK, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk menjadikan Ibadah Oikumene bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk memperbaharui iman, memperkuat persaudaraan, sekaligus meneguhkan kembali komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Ibadah ini bukan sekadar agenda rutin pemerintahan, tetapi menjadi momentum untuk memperbaharui iman, memperkuat persaudaraan, dan mengingatkan kita bahwa setiap tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan pelayanan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, iman dan nilai-nilai moral harus menjadi fondasi dalam melaksanakan setiap tugas, sehingga kebijakan, pelayanan maupun keputusan yang diambil senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Sebagai aparatur pemerintah, kita dipanggil bukan hanya untuk bekerja, tetapi untuk melayani dengan hati, bekerja dengan integritas, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Minahasa,” tegasnya.
Memasuki bulan terakhir Triwulan III Tahun 2026, Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan serta pembangunan daerah.
Seluruh perangkat daerah diminta melakukan evaluasi berkala terhadap realisasi program, penyerapan anggaran, serta pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan.
“Jangan sampai pekerjaan menumpuk di akhir tahun. Setiap perangkat daerah harus melakukan evaluasi secara berkala, mempercepat pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan, namun tetap berpedoman pada aturan, transparansi dan akuntabilitas,” kata Bupati.
Selain persoalan kinerja pemerintahan, Bupati Robby turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca kering akibat potensi El Niño yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, perkebunan, hingga permukiman.
Masyarakat dan aparatur pemerintah diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun potensi kebakaran.
Bupati juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan. Menurutnya, menjaga kebersihan bukan semata tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat.
Kesadaran hidup bersih harus dimulai dari lingkungan kerja, tempat tinggal, hingga ruang-ruang publik, dengan aparatur pemerintah sebagai teladan.
Menutup sambutannya, Bupati Robby mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk terus membangun semangat kerja sebagai satu keluarga besar dalam mewujudkan Minahasa yang semakin maju, sejahtera, dan berkeadilan.
“Saya mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk bekerja sebagai satu keluarga besar untuk mewujudkan Minahasa yang semakin maju, sejahtera dan berkeadilan,” ungkapnya.
Ibadah Oikumene ini menjadi momentum spiritual sekaligus refleksi bersama bagi seluruh aparatur untuk memperkuat komitmen pelayanan publik.
Dengan fondasi iman, integritas, semangat kebersamaan, serta sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kabupaten Minahasa diharapkan semakin mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.(pid)






