
Minahasa, PALAKAT.id – Anggota DPRD Kabupaten Minahasa, Daniel Pangemanan, menyampaikan pandangannya terkait peringatan Hari Jadi Minahasa ke-598. Menurutnya, momentum ini menjadi refleksi untuk melihat indikator perubahan dan perkembangan di semua lini kebijakan pemerintah daerah.
“Sebagai anggota DPRD Kabupaten Minahasa, refleksinya kita melihat indikator perubahan dan perkembangan terhadap semua aspek dan semua lini yang ditempuh oleh kebijakan-kebijakan pemerintah daerah. Yang jelas masyarakat akan melihat dampaknya, dampak manfaat terhadap jalannya roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati,” ujar Daniel, Rabu (5/11/2026), di sela-sela rapat paripurna DPRD Minahasa dalam rangka Hari Jadi Minahasa ke-598.
Ia menegaskan, DPRD telah berupaya mensinergikan semua program dan kegiatan Bupati agar manfaatnya dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat. Dampak dari kebijakan tersebut, menurutnya, sudah mulai menyentuh masyarakat.
Daniel juga menyoroti pentingnya kemudahan regulasi untuk menarik investor. Jika regulasi dipermudah dan tidak ada hambatan, maka investor akan datang ke Minahasa.
“Kalau investor datang, berarti indeks ekonomi itu baik, IPM, Indeks Pembangunan Manusia juga bisa bertambah, angka kemiskinan bisa turun. Ini butuh perubahan-perubahan di lini pemerintahan untuk bagaimana memotivasi masyarakat mengangkat ekonomi masyarakat paling bawah, seperti UMKM,” jelasnya.
Menurut Daniel, Minahasa harus memberdayakan semua potensi sumber daya, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang ada. Hal tersebut sudah terlihat dari perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mengalami kenaikan signifikan.
“Pergerakan PAD naik berarti ekonomi meningkat, sumber daya manusia yang dikelola oleh pemerintah daerah berjalan sesuai rencana program kerja. PAD ini bermunculan, menambah dari sekian persen bahkan lompat sampai 30 sampai 40-50 persen. Justru itu indikatornya, di situ kita melihat kemajuan ekonomi,” katanya.
Terkait adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Daniel menyebut hal tersebut harus disikapi sebagai momentum untuk bangkit.
“Di sisi lain ada efisiensi. Karena pergerakan roda pemerintahan membutuhkan operasional, dengan adanya kebijakan nasional soal efisiensi, maka kita harus mengikuti. Justru itu menjadi satu pergerakan roda pemerintahan, dengan adanya efisiensi ini kita bisa bangkit lagi untuk menggerakkan sektor-sektor lain yang akan tumbuh dan berkembang menjadi dinamis secara ekonomi,” pungkasnya.(pid)






