Beranda Berita Pilihan Unima dan Pemkab Minahasa Canangkan Teknologi Irigasi Intermiten dan Pengambilan Sampel Gas...

Unima dan Pemkab Minahasa Canangkan Teknologi Irigasi Intermiten dan Pengambilan Sampel Gas Metana

72
0

Minahasa, PALAKAT.id – Universitas Negeri Manado (Unima) bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa mencanangkan Aplikasi Teknologi Intermitent Irrigation dan Pengambilan Sampel Gas Metana. Pencanangan berlangsung di Jalan Boulevard Kompleks Persawahan, Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan, Rabu (9/9/2026).

Hadir dalam kegiatan ini Rektor Unima Dr. Joseph Philip Kambey, SE, MBA, Ak, bersama jajaran pimpinan Unima, Ketua Tim Periset Bestari Saintek Prof. Dr. Urbanis Naharia bersama tim, Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey beserta jajaran Pemkab, Kelompok Tani Tumaar Ne Pemuda, dan sivitas akademika Unima.

Rektor Unima Dr. Joseph Philip Kambey dalam sambutannya menyampaikan, program ini merupakan bagian dari Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi yang dibiayai oleh Bestari Kemenristekdikti dan LPDP.

“Program ini adalah program untuk melihat bagaimana menghasilkan gas metana yang nantinya akan berkontribusi bagi pemanasan global. Jadi dengan penelitian ini kita akan bisa melihat atau dengan kata lain kita bisa memitigasi pemanasan global. Ini merupakan penelitian yang dilaksanakan oleh institusi yang pertama di Indonesia bekerja sama dengan mitra utama kita Pemerintah Kabupaten Minahasa,” ujar Rektor.

Menurutnya, hasil penelitian ini ke depan diharapkan menjadi contoh untuk semua wilayah di Indonesia yang memiliki lahan pertanian.

“Setelah hasilnya keluar, dalam waktu dekat kita akan meminta audiensi dengan Menteri Pertanian untuk menginformasikan hal ini. Kami harapkan ke depannya ada insentif atau bantuan dari kementerian untuk diseminasi,” tambahnya.

Rektor juga memohon izin kepada Bupati agar dalam waktu dekat tim Unima dapat mengadakan kegiatan karakter, mengundang Dirjen Dikti, serta melaksanakan Lomba Catur Nasional yang rencananya akan dihadiri pengurus pusat dan dibuka Gubernur Sulut.

Bupati Minahasa Robby Dondokambey menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Unima atas pencanangan teknologi ini.

“Kegiatan ini bukan sekadar pencanangan teknologi tetapi merupakan suatu langkah nyata dalam membangun pertanian,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, Intermittent Irrigation merupakan pemberian air secara berkala sesuai kebutuhan tanaman. Pengelolaan air yang lebih efisien sangat penting terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kondisi kekeringan yang dapat mempengaruhi produktivitas pertanian.

“Selain efisiensi penggunaan air, pengambilan sampel gas metana juga memiliki nilai strategis. Data mengenai emisi gas metana dari lahan dapat menjadi dasar penelitian untuk mengetahui dampak penerapan teknologi pengelolaan air terhadap lingkungan,” tegasnya.

Menurut Bupati, inovasi pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi tetapi juga memperhatikan upaya pengurangan emisi dan kelestarian lingkungan.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa sangat mendukung kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, penyuluh dan petani. Energi seperti ini penting agar hasil penelitian tidak berhenti di lingkungan akademik tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Bupati berharap Unima terus melakukan pendampingan, pengkajian, evaluasi dan pengembangan terhadap teknologi ini. Para petani juga diharapkan terbuka terhadap inovasi karena kemajuan pertanian ke depan membutuhkan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kita ingin membangun pertanian Minahasa yang tidak hanya menghasilkan produksi yang tinggi tetapi juga hemat energi sumber daya, ramah lingkungan, adaptif terhadap perubahan iklim serta mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjaga saluran irigasi, sumber air, lahan pertanian dan lingkungan sekitar, tidak membuang sampah sembarangan serta menghindari aktivitas yang dapat merusak lingkungan.

Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Bupati Robby secara resmi mencanangkan Aplikasi Teknologi Intermitent Irrigation dan Pengambilan Sampel Gas Metana.

“Pencanangan ini menjadi awal dari inovasi yang memberikan manfaat besar bagi pertanian dan masyarakat Minahasa,” pungkas Bupati.(pid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini