
Tomohon, PALAKAT.id – Suasana SMP Negeri 3 Tomohon pada Jumat (19/9/2025) tampak berbeda. Sejak pagi, delapan guru berkumpul dengan penuh semangat untuk mengikuti Pelatihan Pembelajaran Numerasi Berbasis Game, sebuah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika Universitas Negeri Manado (UNIMA).
Kegiatan ini dipimpin oleh Marvel Grace Maukar, S.Pd., M.Sc., dan Dr. Sylvia Jane A. Sumarauw, M.Kom., M.Si., serta melibatkan sejumlah mahasiswa Pendidikan Matematika. Turut hadir pula Ketua Jurusan Matematika, Dra. Vivian E. Regar, M.Si., yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
Pelatihan ini lahir dari keprihatinan atas rendahnya kemampuan numerasi siswa di Indonesia. Numerasi bukan hanya sekadar keterampilan berhitung, tetapi juga mencakup kemampuan memahami dan menggunakan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, tim PkM Matematika UNIMA menghadirkan pendekatan baru yang inovatif: pembelajaran numerasi berbasis game.
“Game bukan hanya hiburan, melainkan media yang bisa membuat siswa lebih aktif, kompetitif, dan tertantang untuk berpikir. Dengan permainan, konsep matematika bisa lebih mudah dipahami dan diingat,” ungkap Marvel Grace Maukar, salah satu pemateri pelatihan.
Senada dengan itu, Dr. Sylvia Jane A. Sumarauw menekankan pentingnya peran guru dalam mengelola pembelajaran.
“Guru tetap menjadi kunci. Game hanyalah sarana, tetapi bagaimana mengarahkan siswa agar memperoleh pemahaman mendalam adalah tugas guru. Karena itu kami tekankan keseimbangan antara hiburan dan edukasi,” jelasnya.
Sepanjang pelatihan, para guru tidak hanya menerima teori, melainkan juga diajak langsung mencoba berbagai bentuk permainan numerasi. Suasana terlihat hangat ketika peserta memainkan Math Bingo, Ular Tangga Matematika, hingga Monopoli Matematika. Mereka pun tertawa bersama saat berkompetisi dalam permainan sederhana yang sarat konsep bilangan.
Tidak berhenti pada permainan tradisional, guru juga dikenalkan dengan beragam aplikasi digital seperti Kahoot!, Quizizz, Wordwall, hingga Math Duel. Bahkan, para pemateri memperkenalkan platform pengembangan game seperti Scratch dan Construct yang bisa dimanfaatkan guru untuk merancang game edukasi sesuai kebutuhan kelas masing-masing.
Kepala SMP Negeri 3 Tomohon menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menilai kehadiran tim dari UNIMA sangat membantu guru dalam menemukan metode baru yang menyenangkan untuk mengajarkan matematika.

“Inovasi seperti ini sangat dibutuhkan agar matematika tidak lagi dianggap menakutkan oleh siswa. Kami berharap para guru bisa segera menerapkan pembelajaran berbasis game di kelas,” ujarnya.
Para guru peserta pun merasakan manfaat langsung dari pelatihan ini. Mereka mengaku selama ini metode yang digunakan lebih banyak berpusat pada ceramah dan latihan soal, sehingga siswa cepat bosan.
Dengan pelatihan ini, mereka melihat peluang untuk menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan menyenangkan. Seorang guru bahkan menuturkan, jadi lebih percaya diri mencoba metode baru. Ternyata matematika bisa dibuat lebih dekat dengan keseharian siswa melalui permainan.
Kehadiran Ketua Jurusan Matematika, Dra. Vivian E. Regar, M.Si., menambah semangat para peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen Jurusan Matematika UNIMA untuk terus menghadirkan program-program pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
“Kegiatan ini bukan hanya bermanfaat bagi guru, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Mereka belajar langsung di lapangan, memahami dinamika pembelajaran, dan menyalurkan ilmu yang mereka dapatkan di kampus,” ujarnya.
Pelatihan yang berlangsung sehari penuh ini ditutup dengan refleksi bersama dan komitmen dari para guru untuk mulai mengimplementasikan pembelajaran numerasi berbasis game di kelas masing-masing.
Tim PkM pun mendorong agar hasil-hasil praktik yang baik dapat didokumentasikan dan dibagikan, sehingga menjadi inspirasi bagi guru lain.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menghasilkan inovasi yang relevan. Melalui pendekatan numerasi berbasis game, diharapkan siswa bukan hanya terampil berhitung, tetapi juga terbiasa berpikir kritis, bekerja sama, dan mengaitkan matematika dengan kehidupan nyata.
UNIMA, melalui Jurusan Matematika, bertekad untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan menghadirkan program-program yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik pendidikan yang bermakna.(pid)






