Beranda Berita Pilihan Pemkab Minahasa Teken MoU dengan Paksi Sulut, Mulai Penguatan Antikorupsi dari Guru

Pemkab Minahasa Teken MoU dengan Paksi Sulut, Mulai Penguatan Antikorupsi dari Guru

29
0
Ketua Paksi Sulut Magdalena Wullur, Inspektur Minahasa Vicky Tanor, dan Kadis Kominfo Minahasa Ricky Laloan.(foto: iwan)

Minahasa, PALAKAT.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menguatkan integritas dan budaya antikorupsi terus diperkuat. Hal tersebut ditandai dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemkab Minahasa dan Penyuluh Antikorupsi Sulawesi Utara (Paksi Sulut), yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Antikorupsi di SMP Negeri 1 Tondano, Selasa (15/9/2026).

Inspektur Daerah Minahasa Vicky Tanor menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan komitmen langsung dari Bupati Minahasa beserta seluruh jajaran dalam rangka penguatan integritas di Kabupaten Minahasa.

“Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa khususnya Bupati beserta seluruh jajaran dalam rangka menguatkan integritas, kemudian penguatan budaya antikorupsi di Kabupaten Minahasa dan ini benar-benar akan memberikan dukungan dalam rangka meningkatkan nilai SPI kita,” ujar Tanor.

Ia menjelaskan, nilai tersebut dipantau langsung oleh KPK melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) termasuk Monitoring Controlling Surveillance for Prevention atau MCP, surveillance antikorupsi yang merupakan program dari KPK.

“Kami sangat memberi dukungan untuk itu, makanya kami mengundang Penyuluh Antikorupsi Sulawesi Utara untuk dapat memberikan penyuluhan dan kami memulai dari guru-guru. Selanjutnya ada program lain dengan Eselon II dan Eselon III termasuk ASN yang ada,” jelasnya.

Menurutnya, MoU tersebut menjadi dasar untuk peningkatan sistem ke depan agar lebih terarah.

“Ini yang terkait dengan pihak pertama dan pihak kedua. Pihak pertama dari Paksi sendiri akan memberikan kontribusi dalam rangka pembinaan, penyuluhan kepada Pemkab Minahasa dan kita sebagai pihak kedua menjadi objek sasaran dari penyuluhan pembinaan yang akan diberikan oleh Paksi ke depan. Sinergi ini yang tertuang dalam MoU, kita ingin Minahasa benar-benar menjadi kabupaten yang bebas dari korupsi,” tegas Tanor.

Sementara itu, Ketua Paksi Sulut, Magdalena Wullur menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Minahasa. Menurutnya, Minahasa merupakan kabupaten/kota kedua yang melaksanakan PKS bersama Paksi Sulut.

“MoU hari ini dengan penandatanganan PKS bersama kami, ini merupakan perang kita bersama untuk menghadapi korupsi. Dan sosialisasi antikorupsi yang dilaksanakan hari ini di SMP Negeri 1 kepada guru-guru, kepala-kepala sekolah terutama yang ada di Minahasa itu merupakan cikal bakal yang awal,” ujar Magdalena.

Ia menambahkan, sosialisasi tersebut nantinya akan menyebar ke kepala-kepala dinas, wartawan, pelaku usaha, LSM dan sebagainya.

“Kita berharap nanti betul-betul Minahasa yang tadinya SPI-nya berada di bawah, biasanya dari 15 kabupaten/kota, justru menjadi percontohan. Bagaimana kita bisa membuat seperti yang katanya filosofi ‘manusia hidup untuk manusia’, kita menjadi manusia ketika kita bisa menjaga integritas kita dan antikorupsi,” ungkapnya.

Magdalena juga mengapresiasi antusiasme para guru dan kepala sekolah yang hadir. Ia berharap kegiatan ini tidak selesai sampai di sini.

“Kami sangat berharap tidak selesai saja sampai di sini tetapi setelah ini kami akan melaksanakan sosialisasi lanjutan. Kami lihat guru-guru yang ada di sini sangat antusias sekali, wartawan juga yang hadir banyak sekali, karena bersama kita bisa untuk menolak korupsi,” pungkasnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan Inspektorat yang telah menginisiasi kegiatan tersebut, serta kepada Kepala SMPN 1 Tondano selaku tuan rumah.(pid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini