Beranda Berita Pilihan Historis! Pemkab Minahasa Pertama Kali Lepas 4 Kafilah ke MTQ Nasional 2026...

Historis! Pemkab Minahasa Pertama Kali Lepas 4 Kafilah ke MTQ Nasional 2026 di Semarang

108
0

Minahasa, PALAKAT.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa secara resmi melepas empat kafilah utusan Kabupaten Minahasa yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Keempat peserta utusan Kabupaten Minahasa yang akan mewakili Provinsi Sulawesi Utara pada ajang MTQ Nasional yakni:

1. Ghadiza Khumaira Abu Bakar, Tilawah Anak Putri,
2. Abid Fadhil Mudzakirillah, Tartil Qur’an Golongan Anak Putra
3. Indah Ufaira Masloman, Tartil Qur’an Golongan Anak Putri
4. Muhammad Hilmanu Yasir, Hifzhil Qur’an 30 Juz.

Pelepasan dilaksanakan di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Senin (7/9/2026), dan dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Minahasa, Riviva Maringka.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Minahasa, Hi. Syafaruddin Maddepungeng, menyampaikan rasa syukur dan bangga karena untuk pertama kalinya Kabupaten Minahasa mengutus empat peserta pada MTQ Nasional.

“Empat utusan dari Kabupaten Minahasa ini akan mewakili Provinsi Sulawesi Utara. Insyaallah, dengan doa Bapak Bupati, Kepala Kantor Kementerian Agama, serta para orang tua, mereka dapat meraih prestasi dan menjadi juara nasional,” ujar Syafaruddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Kementerian Agama Kabupaten Minahasa yang selama ini terus memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, terhadap pembinaan para peserta.

“Untuk pertama kalinya tahun ini kegiatan MTQ Nasional dari Minahasa ada empat orang. Ini merupakan satu kebanggaan kita bersama,” katanya.

Menurutnya, rangkaian kegiatan MTQ Nasional akan berlangsung selama satu minggu, dengan pembukaan dijadwalkan berlangsung di Lapangan Pancasila, pusat Kota Semarang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, mengaku optimistis para peserta dapat mengharumkan nama Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa, di tingkat nasional.

“Kami sangat berbahagia manakala anak-anak kita ini ketika berada di tingkat nasional boleh mengharumkan nama Sulawesi Utara, setidaknya Minahasa di tingkat nasional,” ujarnya.

Dolie juga memberikan apresiasi kepada para pelatih yang dengan penuh dedikasi terus membina dan mempersiapkan para peserta, meskipun dalam proses pembinaan tersebut tidak selalu mendapatkan insentif atau honor.

Ia menegaskan, keikutsertaan dalam MTQ tidak semata-mata bertujuan untuk memenangkan perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang mampu memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran.

“Ini bukan sekadar mengikuti lomba, tetapi bagaimana menjadikan putra-putri kita yang ada di Minahasa mampu menerapkan apa sesungguhnya yang tertuang dalam kitab suci Alquran,” katanya.

Dolie berpesan kepada para peserta untuk terus bersemangat dan memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti kompetisi. “Selamat berjuang, selamat berlomba. Terus semangat. Kami di sini tetap berdoa, semoga pergi dan pulang dalam keadaan sehat dan selamat,” tuturnya.

*Pesan Pemkab: Jaga Mental dan Sportivitas*
Mewakili Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Riviva Maringka, menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih juara.

Menurutnya, MTQ merupakan momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran, meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sekaligus membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia dan memiliki karakter yang kuat.

“Karena itu, kepada seluruh peserta yang akan membawa nama Kabupaten Minahasa, saya berpesan agar mengikuti MTQ ini dengan penuh keyakinan, disiplin, rendah hati dan menjunjung tinggi sportivitas,” kata Riviva.

Ia meminta para peserta menampilkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan melalui proses latihan dan pembinaan selama ini.

“Adik-adik sekalian, yang lebih penting adalah kehormatan. Jaga keadaan di sana, jaga mental, jaga hati agar supaya fokus betul-betul pada perlombaan,” tutup Maringka

Turut hadir dalam pelepasan tersebut Kabag Kesra, Kabag Tapem, para orang tua kafilah, Staf Kantor Kemenag Minahasa, para pelatih, official, serta sejumlah pengurus LPTQ Minahasa.(pid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini