Beranda Artikel Upaya Memaksimalkan Potensi Remaja dan Pemuda, Baha’i Prakarsai Dialog Lintas Iman

Upaya Memaksimalkan Potensi Remaja dan Pemuda, Baha’i Prakarsai Dialog Lintas Iman

714
0

Minahasa, PALAKAT.id – Kaum muda disadari sebagai lumbung yang potensial untuk kemajuan masyarakat. Dengan dasar itulah penganut agama Baha’i memprakarsai dialog bersama lintas agama dan kepercayaan bertema Peran Muda-Mudi Bagi Kemajuan Masyarakat. Kegiatan itu dilaksanakan di Restoran Philadelphia Tondano, Sabtu (10/06/23).

Agus Basith menyatakan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk berperan dalam kemajuan masyarakat sebagai wujud nyata dari nilai-nilai dalam agama, kepercayaan, dan budaya.

Menurutnya, masalah muda-mudi bukan hanya persoalan satu agama dan komunitas tetapi adalah masalah bersama umat manusia.

“Dalam kepercayaan kami Baha’i, manusia harus memiliki kontribusi pada kemajuan masyarakat. Dan nilai ini saya pikir juga, ada dalam semua agama dan kepercayaan, serta budaya. Nilai yang kami angkat kembali yang juga sudah pernah dilakukan oleh nenek moyang dan pahlawan kita. Seperti nilai yang terkandung dalam ungkapan Si Tou Timou Tumou Tou dan Torang Samua Basudara”, ungkap umat Baha’i itu ketika diwawancarai usai kegiatan.

Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi di mana dari jam 9 sampai sekitar jam 1 siang para peserta mendiskusikan masalah pemuda.

Dari jam 1 sampai jam 4 sore mendiskusikan soal masalah remaja. Para peserta juga dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk berbagi cerita, pandangan, dan pengalaman yang dipresentasikan dalam forum di akhir sesi.

Menariknya, kegiatan ini yang dihadiri oleh orang tua, pemuda, dan remaja, mereka saling berbagi pandangan dalam mengidentifikasi masalah dan melihat potensi muda mudi.

Agus juga menambahkan bahwa pentingnya animator dalam mendampingi proses pertumbuhan para remaja yang masih sangat rentan terpengaruh dengan daya negatif atau kenakalan remaja (juveniledelinquency).

“Muda-mudi kita memiliki potensi yang besar untuk kemajuan masyarakat bangsa dan negara. Tetapi ada daya-daya negatif dalam masyarakat kita yang bisa merusak potensi itu. Sehingga perlu adanya animator atau fasilitator yang mendampingi pertumbuhan mereka untuk mengarahkan pada daya-daya positif sehingga mereka bisa berfungsi dan memiliki peran dalam kemajuan masyarakat,” tegas Basith menutup wawancaranya.

Kegiatan yang dihadiri oleh peserta lintas agama dan kepercayaan ini berlangsung dengan baik, menyenangkan, dan seru.

Para peserta sangat aktif dan partisipatif di setiap sesi mengungkap masalah, pandangan, dan pengalaman mereka masing-masing.

Teridentifikasi yang hadir dalam kegiatan ini adalah perwakilan dari agama Yahudi, Islam, Kristen, Hindu, Kepercayaan Lalang Rondor Malesung (Laroma), dan variasi denominasi golongan seperti Ahmadiyah, Kristen Protestan dan Karismatik.(pid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini