Beranda Berita Terkini Terindikasi Tak Diberi Uang, Oknum Wartawan Muat Berita Tak Jelas

Terindikasi Tak Diberi Uang, Oknum Wartawan Muat Berita Tak Jelas

322
0
Dra. Mediatrix Ngantung, M.pd, Kepala SMA N 8 Manado.(yan)

Manado, PALAKAT.id – Kepala Sekolah SMA 8 Manado Dra. Mediatrix Ngantung, MPd mengungkapkan rasa kecewanya soal pemberitaan beberapa media terkait dugaan penyalahgunaan kuasa dan Dana BOS.

Dari hasil investigasi yang diperoleh awak media ini, Kepsek menyebutkan ada beberapa oknum wartawan terindikasi meminta uang dan disinyalir bernada mengancam akan mempublikasikan segala dugaan yang menurutnya tidak memiliki dasar yang jelas. Hal itu diungkap ketika diwawancarai di ruang kerjanya. Senin, (14/8/2023).

Ngantung juga secara blak-blakan menunjukkan bukti foto screenshot yang tendensinya sebagai upaya pemerasan.

Dalam foto yang berisi percakapan dalam Whatsapp itu disinyalir mereka meminta uang sejumlah 5 juta rupiah.

“Ada screenshot. Di situ ada chat yang bilang ‘kalu dia boleh bantu 5, selesai. Kita cuma tunggu kepastian hari ini sampe siang neh… kalu nda, minta maaf jo biar ibu Kep nga pe sudara torang so mo baku ambor jo’. Napa dia baba WA pa kita mar kita so nimau respon,” ungkap wanita yang sudah belasan tahun menjadi Kepala Sekolah itu.

Tangkapan layar WA oknum wartawan yang ingin meminta uang.(ist)

Dia juga membeberkan bahwa sebelumnya pada 7 Agustus lalu ada sejumlah wartawan dan orang yang mengatasnamakan LSM datang berkunjung di ruangannya.

Terangnya, dari cara bicara mereka juga terindikasi ingin meminta sejumlah uang.

Dalam Press Release menanggapi pemberitaan itu pihak sekolah merasa sangat dirugikan baik secara personal orang-orang terkait maupun secara institusi.

Menurut mereka pemberitaan itu tidak mempertimbangkan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence).

Pasalnya, dalam pemberitaan salah satu media online itu lead news sudah bersifat menghakimi walaupun isinya masih berupa dugaan. Di mana disebut institusi pendidikan Kota Manado tercoreng.

Dari hasil investigasi yang dibuat oleh awak media ini, Kepsek Mediatrix memberikan penjelasan yang disertai bukti-bukti yang di dalamnya memberikan penjelasan rinci soal segala dugaan yang sempat diberitakan oleh media beberapa waktu lalu.

Dengan tegas, dia menyebutkan bahwa dugaan tersebut tidak benar dan terkesan mendiskreditkan pihak sekolah, padahal sekolah tersebut dikenal dengan segala prestasi baik tingkat daerah, provinsi dan tingkat nasional.

“Secara pribadi, saya merasa kecewa karena semua berita ini tidak ada yang benar. Nyanda ada poin yang memang benar sekali. Mungkin kita ada kekeliruan misalnya nyanda memberikan air minum ke guru-guru di saat mesin rusak, saya bisa maklumi karena kondisi dana juga tidak mendukung. Ini berita hoax, fitnah, dan ini pembunuhan karakter pelecehan nama baik karena karena membawa-bawa nama suami dan anak saya, guru-guru dan semua yang tercakup di situ. Orang-orang yang sebenarnya sudah memberi diri di sekolah malah dituduh melakukan hal yang tidak benar,” ungkap Ngantung dengan nada sedih.(yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini